Madinah Munawarah

Sujudlah hanya kepada ALLAH swt .

Madinah Munawarah

Setiap kita akan kembali kepada awalnya dan setiap yg berawal akan berakhir.

Makkah almukaramah

Pertimbangkan setiap langkah, karena langkah yg sudah tertapak tidak dapat ditarik kembali.

Makkah Mukaramah

Jagalah waktumu ketika waktu itu masih ada.

Makkah al mukaramah

Sujud dan rukukmu yg akan membuktikan bahwa dirimu seorang hamba Sujudlah hanya kepada ALLAH swt.

22 Juli 2012

Doa Ibu (teman Nabi Musa as didalam surga)


Nabi Musa as betanya kepada ALLAH swt “Ya ALLAH siapakah teman ku di surga?”. Allah swt menjawab “Dia adalah seorang pemotong daging”. Nabi Musa as terkejut, bagaimana mungkin seorang pemotong daging menjadi temannya di surga. Kemudian Nabi Musa as memohon kepada ALLAH untuk dapat bertemu dengan orang yg dimaksudkna itu. Lalu ALLAH swt memberi arahan dimana orang yg dimasud berada.
Kemudian Nabi Musa as pergi ke tempat yg diberitahukan oleh ALLAH swt, dan disana ditemui seorang laki laki pemotong daging. Musa as memperhatikan laki laki pemotong daging itu, namun dia tidak melihat sesuatu yg istimewa padanya.

Setelah selesai dari bekerja, laki laki itupun pulang dengan membawa sepotong daging. Nabi Musa as mengikuti laki laki itu.


Dan akhirnya sampailah laki laki itu ke rumahnya yg sangat sederhana. Nabi Musa as yang mengikuti laki laki tanpa memberitahukan siapa dirinya, memohon agar dirinya dibolehkan untuk menjadi tamunya. Laki laki itu lalu mempersilahkan Nabi Musa as untuk menjadi tamunya dan menyilahkan dia ikut masuk ke dalam rumah.

Laki laki itu kemudian memotong daging yg di bawanya dan memasaknya, dan setelah masak lalu diletakkan ke sebuah piring. Diambilnya selembar kain dan kemudian sebuah tempat air dengan air di dalamnya. Kemudian dia pergi ke sorang wanita tua yg sedang terbaring, lalu didudukan wanita itu dengan  tangannya dengan sangat hati hati dan diusapkan kain basah tadi ke wajah dan bagian tangan dan kaki  wanita itu seperti  layaknya seorang ibu membersihkan anak bayinya dengan penuh kelembutan.

Kemudian setelah itu dia keringkan dan lalu dia mengambil daging yg sudah dimasaknya dan dikunyahnya (menurut beberapa riwayah), lalu disuapkan ke dalam mulut wanita tua itu. Setiap saat setelah memberikan makanan itu ke mulut wanita itu, dia ambil kain dan menyeka ke mulut wanita itu agar bersh.  Sementara Nabi Musa as menyaksikan pemandangan ini tanpa berkata apapun dan dia terus memperhatikan apa yg sedang terjadi, sampai akhirnya laki laki ini selesai memberi makan.

Nabi Musa as memperhatikan ada dua hal yg menarik perhatiannya, yaitu yang pertama adalah laki laki ini begitu nampak dekat sekali dengan wanita tua itu. Dan yang kedua adalah ketika dia menyuapkan makanan ke mulut wanita tua itu, wanita tua itu membisikkan sesuatu kepadanya.

Karena keinginan tahuannya, kemudian Nabi Musa as bertanya kepada laki laki itu, tentang hubungannya dengan wanita itu. Laki laki itu menjawab bahwa wanita tua itu adalah ibunya. Dia menjelaskan bahwa setiap kali dia pulang dari kerja, membawa sepotong  daging dan memasaknya serta memberi makan kepada ibunya yg sudah terlalu tua itu,dimana dia melakukannya semua sendiri tanpa ada yg memabntunya,karena dia tidak punya kemampuan untuk membayar seorang pembantu untuk membantunya. 
Lalu Nabi Musa as bertanya lagi tetantang apa yg dibisikan ibunya setiap saat ketika dia menyulangi makanan ke mulut ibunya. Laki laki itu mengatkan, bahwa ibunya berdoa “Ya ALLAH jadikanlah anakku sebagai teman Musa as di surga”.

Karena doa inilah ALLAH swt menjadikan dia sebagai teman Nabi Musa as di surga. Nabi Musa as menyaksikan dan membuktikan betapa mustajab dan mabrurnya doa seorang ibu.

-----

Allah Taala berfirman yang maksudnya: “Ibunya mengandungkannya dalam keadaan susah payah dan melahirkannya juga dalam keadaan susah payah.” (Al-Ahqaf:15)

Firman Allah swt: “Dan berdoalah, ‘Wahai Tuhanku kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani diriku sewaktu kecil dahulu.” (Al-Israk: 24)

14 Juli 2012

Catatan cupu mengenai puasa (Ramadhan)


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah:183)

Dari Abu Hurairah t, ia berkata, 'Rasulullah saw memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah swt mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." HR. Ahmad dan an-Nasa`i.

Penentuan awal dan akhir puasa:
Masalah yg sering muncul pertama kali tentang ramadhan adalah ketika menentukan awal dan akhir ramadhan. Rasulullah saw bersabda puasa ketika melihat bulan dan berbuka ketika melihat bulan. Dan jika tidak melihat bulan maka genapkan menjadi 30 hari.

Perbedaan ini tidak hanya terjadi pada saat sekarang tetapi juga sejak zaman para sahabat, dikarenakan perbedaan tempat dan keadaan. Yang sering kita dengar bahwa kebanyakan org mengikuti waktu Mekkah, padahal dalam hal puasa dan juga shalat tidak ada dalil yg mengharuskan atau menunjukkan bahwa kita harus mengikuti waktu Mekkah.

Jalan keluar terbaik dari masalah ini adalah dengan melaksanakan dan mengakhirinya sesuai dengan pendapat para ulama lokal yg bertanggung jawab untuk menentukan awal dan akhir ramadhan. Mengikuti jemaah adalah baik. Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah saw yang mafhumnya bahwa ALLAH memberkati jemaah.

Syarat puasa :
Adapaun syarat puasa adalah niat dan menjauhi segala yg membatalkanya.
Dalam masalah niat ada pendapat yg mengatakan niat puasa harus dilakukan setiap hari sebelum pagi puasa. Dan ada pula yg berpendapat dengan melakukan niat puasa selama bulan puasa, itu juga sudah cukup untuk  niat sebulannya. 

Yang membatalkan puasa :
Makan dan minum secara sengaja.
Barang siapa yg makan dan minum tanpa sengaja maka itu adalah hadiah dari ALLAH swt
Jika seseorang makan dan minum dan kita menyaksikanya bukan bearti kita harus membiarkan org tersebut karena menganggap itu hadiah dari ALLAH swt, tetatpi kita harus mengingtakan.

Melakukan hubungan suami istri.
Tidak dengan halnya dengan melakukan susuatu yg romastis kepada pasangannya (suami – istri) yg tidak menyebabkan hal yg mengakibatkan hubungan suami istri.

Muntah secara sengaja.

Ejakulasi (klimaks)
Mereka yg tidur dan mengalami ejakulasi disebabkan mimpi tidak membatalkan puasa.

Berbuka sebelum waktu berbuka.
Ada perbedaan pendapat dalam masalah ini bahwa sebagian besar ulama berpendapat bahwa jika seseorang secara tdk sengaja berbuka sebelum waktu berbuka karena kesalahan melihat waktu berbuka, maka org tersebut tdk berdosa tetapi dia harus membayar puasanya kemudian. Tetapi beberapa ulama lain berpendapat bahwa dia harus mengehntikan makan dan minumnya dan puasanya diterima dan tidak perlu membayar puasanya kemudian.
Beda halnya dengan masalah sahur bahwa ketika seseorang terbangun dan makan dan minum karena mengangap masih belum masuk waktu puasa, maka puasanya diterima dan dapat melanjutkan puasanya.

Suntik utk obat dan kesehatan bukan untuk nutrisi dan makanan.

Beberapa hal yg sering menjadi diskusi dan perbedaan pendapat dalam hal membatalkan puasa :

Menghirup sesuatu.
Seperti org asma yg memerlukan obat g dihirup ketika asmanya datang. Ulama berpendapat hal ini tidak membatalkan puasa.

Obat yg diteteskan ke dalam mata, hidung dan telinga yang sedikit. Namun jika banyak, hal ini dapat menyebabkan masuk ke dalam kerongkongan.

Berobat atau kunjungan kepada dokter gigi. Jika hal yg sama terjadi bahwa air kumur kumur atau obat itu tidak masuk ke dalam kerongkongan.

Gosok gigi. Selama tidak ada air dan obat gigi yg masuk ke dalam kerongkongan.
Dalam hal ini berkenaan juga dengan kumur kumur bahwa kumur kumur tidak membatalkan puasa selama air tidak masuk ke dalam kerongkongan. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda bahwa kumur kumur dan hirup kehidung ketika berwudhu, kecuali saat kamu berpuasa jangan keterlaluan.

Romantis dan foreplay ; Aisyah ra mencium kami saat Beliau saw berpuasa. Hal ini dilakukan dengan syarat tidak menyebabkan hubungan suami istri dan dapat mengontrol nafsunya.

Mandi janabah setelah azan subuh. Hal ini sama halnya dengan wanita yg telah habis masa haidya, sebelum waktu masuk waktu puasa, maka dia wajib berpuasa walaupun dia mandi setelah azan.

Mengingit dan mengunyah atau merasakan makanan.
Hal ini sering terjadi bagi ibu ibu yg mempunyai anak anak mencoba makanan atau mengunyah makan untuk anaknya. Demikian juga mereka yg mencoba rasa masakan, hal ini tidak membatalkan puasa menurut beberapa ulama selama tidak masuk ke dalam kerongkongan. Tetapi selanjutnya harus berkumur kumur dan membersihkan sisa makanan di mulutnya.

Keluarnya darah. Menurut ulama hambali jika darah keluar banyak, maka puasanya batal, tetapi ulama ulama mazhab lainnya berpendapat bahwa keluarnya darah sebab luka atau donor darah dan sebab lainnya tidak membatalkan puasa.

Adab dan etika berpuasa :
Makan sahur yaitu makan sebelum waktu masuk fajar. Rasulullah saw berabda makan sahur karena dalam sahur ada berkah di dalamnya. Rasulullah saw bersabda mafhumnya “mintalah tolong (kekuatan) dari makan sahur untuk berpuasa di siang hari dan dengan qoilulah (tidur sebentar di siang hari) untuk melaksanakan qiyamullail di malam hari.”
Kemudian Rasulullah saw bersabda mafhumnya bahwa umat ku akan berada dalam keadaan baik selama dia melambatkan sahurnya dan menyegerakan berbuka. Kemudian Rasululah saw bersabda yg mafumnya jangan berhenti makan sahur ketika mendengar suara azan bilal, lanjutkan makan minum sampai mendengar azan ummi maktum.    

Berbuka dengan segera ketika waktu maghrib tiba, dengan tidak menunda nunda berbuka, tetapi tidak berarti berbuka dengan mengawali sebelum waktu berbuka (waktu Imsak).

Berbuka dengan kurma.
Anas bin Malik: bahwasanya Nabi saw berbuka puasa sebelum melaksanakan solat maghrib dengan beberapa rutob, apabila tidak ada maka baginda saw berbuka dengan tamr, apabila tidak ada maka baginda saw berbuka dengan minum beberapa teguk air saja.
Berdoa ketika berbuka. Pada saat berbuka ini adalah waktu dimana doa diterima (mustajab doa). Oleh sebab itu sebelum waktu berbuka sambil menunggunya isi dengan doa dan bacaan quran atau zikir.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash bahwa Nabi saw bersabda;” Bagi orang yang sedang berpuasa maka apabila berdo’a ketika berbuka maka doanya tidak ditolak.”

Memberi makanan berbuka kepada orang lain. Bagi orang yang memberikan berbuka kepada org yg berpuasa, makan akan mendapat pahala seperti puasa yg diberi bukaan tanpa mengurangi pahala dari dirinya.

Puasa badan dan jiwa. Berpuasa dan menahan diri tidak hanya dari makanan dan minum tetapi juga berpuasa dan menahan diri dari perkataan yg sia sia, bicara dibelakang.
Jika ada orang yg mengajak bertengkar maka katakan ”aku berpuasa”. Rasulullah saw bersabda mereka yg tidak menjauhi diri dari bicara buruk dan bicara di belakang, maka ALLAH swt tidak memerlukan puasa makan dan minumnya. Mereka itu hanya mendapatkan lapar dan hausa dari puasanya.
Dari Abu hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda:” Berpuasa bukan hanya (menahan) dari makan dan minum, sesungguhnya berpuasa dari lagwun (perbuatan yang sia-sia) dan rofats (perkataan yang kotor).

Mereka mereka yg tidak berpuasa:

Haram bagi org org ini utk berpuasa:
Yaitu wanita yg yg haid dan nifas. Mereka harus menggantikan puasanya di lain hari. Hal ini sangat perlu diperhatikan oleh wanita wanita bahwa mereka harus teliti dalam menentukan keadaaan darah yg keluar. Jika darahnya sudah berhenti walau semenit sebelum waktu fazar, maka wajib baginya berpuasa walaupun dia mandi setelah waktu fajar. Demikian pula dengan shalatnya.

Musafir dan orang yang sakit yg tidak sanggup berpuasa.
Orang yg sakit dapat dengan sendirinya menentukan dirinya bahwa dia tidak sanggup berpuasa, maka hal ini cukup alasan baginya untuk tidak berpuasa, bahkan tidak perlu ke dokter atau ke orang lain utk menentukan apakah dia sakit dan tidak berpuasa. Karena dia sendiri yang tahu keadaan dirinya karena nantinya dia yg akan menjawab dihadapan ALLAH swt.

Musafir kemana saja dia pergi dengan syarat syarat dia dalam musafir, maka bagi dia adalah pilihan untuk berpuasa atau tidak, sesuai dengan kesulitan yg dihadapinya. Hal ini berdasaran oleh sunah Rasulullah saw bahwa suatu saat Rasulullah saw bermusafir dan dia tetap bepuasa, namun saat lain, Beliau saw menasehati musafir agar berbuka karena keadaan yg sulit dalam musafir itu.

Bagi seorang musafir yg berangkat untuk musafir, jika dia bermaksud tidak berpuasa karena ada ruhksah (keringan) baginya, maka untuk membatalkan puasanya adalah pada saat dia meninggalkan daerahnya atau minimal setelah melewati batas daerahnya.

Sakit yg permanen. Mereka yg sakit terus menerus tanpa dapat menggantikan puasanya dihari lainnya, spt org tua dan org yg sakit yg terus menerus.
Mereka yg sakit secara permanen membolehkan tidak berpuasa tapi dengan mengantikan puasanya dengan memberikan makan sekali kepada orang miskin sebanyak hari hari puasa. Jika memberikan uang sebagai ganti makanan, maka sesuai dengan harga makanan yg berlaku di daerahnya. Makanan dapat diberikan kepada seorang atau kepada sejumlah org sejumlah hari puasa.

Wanita yg menyusui dan wanita hamil.
Ada beberapa pendapat ulama yg berlainan dalam hal ini tentang wanita yg menyusui dan hamil. Maka jika diambil jalan tengahnya, bahwa mereka mereka ini adalah wanita yg tidak sanggup karena keadaannya, namun jika dia sanggup berpuasa, maka baginya berpuasa.
Jika dia tidak berpuasa maka jatuh baginya hukum seperti orang yg sakit sementara, dimana dia wajib berpuasa di hari lainnya, mengganti sejumlah puasa yg ditinggalkannya.

Timbul suatu pertanyaan klasik yg mungkin jarang terjadi tetapi bisa saja terjadi bahwa ada wanita yg hampir setiap ramadhan dia menyusui atau hamil dan tidak sanggup berpuasa karena alasan kesehatan dan dibolehkan syariah, maka baginya tetap harus menggantikan puasanya, kapan saja dia mampu melakukan puasa gantinya.

Penutup :
Sebagai penutup masalah ramadhan, maka mari kta siapkan diri kita untuk mengambil berat masalah ramadhan dengan mengambil manfaat dalam bulan berkah ini dengan beramal sebanyak banyaknya.

Sholat lima waktu yg dilakukan diusahakan untuk menjadi sempurna mungkin. Dengan cara menambah sholat sholat sunat, terutama sholat rawatib yg mengiri sholat fardhu. Rasulullah saw bersabda yg mafhumnya bahwa mereka yg menjaga 12 rakaat sholat sunat rawatib (2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat seetlah maghrib dan 2 rakaat setelah isya) ALLAH swt akan membangun baginya istana di surga.

Perbanyakan shalat malam (tahajud) dan mengusahakan shalat tarawih malam hari secara berjemaah. Shalat tarawih yg dilakukan di mesjid dengan berjemaah akan membawa keberkahan dan kebiasaan untuk shalat malam pada malam malam di bulan yg lain.
Rasulullah saw bersabda mafhumnya bahwa orang yg berdiri dalam shalat malam di bulan ramadhan dgn iman dan mengharap pahala, maka dosanya yg telah lalu diampunkan.

Rasulullah saw bersabda mafhumnya bahwa orang yg berdiri dalam shalat malam di bulan ramadhan dibelakang imam (tarawih) sampai shalat selesai, akan diberi balasan seolah dia shalat sepanjang malam.

Menghidupkan malam-malam  Lailatul Qadar:  lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29. Firman Allah swt: Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)
Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah r bersabda: "Dan barangsiapa yang beribadah pada malam 'Lailatul qadar' semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah  I, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." HR. al-Bukhari.

Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo'a, membaca shalawat. Aisyah radhiyallahu 'anha pernah berkata, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, 'Bacalah: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku."

Bulan ini disebut juga bulan taubah, bulan rahmah dan bulan kemaafan. Fikirkan berapa banyak dosa yg kita lakukan, maka kesematpatan pada bulan ini untuk banyak beristighfar dan mohon keampunan kepada ALLAH swt.

Tujuan utama dari ramadhan yg sebenarnya adalah untuk mensucikan diri dan jiwa dari segala dosa. Sebab itu Rasulullah saw mengingatkan kita untuk juga menjaga jiwa dari perbuatan dan fikiran yg sia sia karena ALLAH swt tidak memerlukan puasa bagi mereka yg tidak bisa menjaga lidah dan tingkah lakunya.

Hal lain yg ALLAH swt inginkan kepada hambaNya untuk menyadari dosa dosanya dan meneydiakan tempat untuk memhon keampunan kepadaNya. Jikalah dosa itu berbentuk sebagai suatu bau yang busuk, maka bisa jadi tidak ada org yg dekat dengan kita. Karena rahman dan rahimNya ALLAH maka ALLAH swt menyembunyikan kesalahan dan dosa dosa hambanya dan diberikan waktu di bulan ramadhan ini untuk memperoleh keampunan atas dosa dosanya. Maka sangat merugilah org yg tidak mau menggunakan waktu ini untuk menghapuskan dosanya dengan amalan amalan sholeh.

Bulan ramadhan juga bulan quran dimana setiap bulan ramadhan di saat Rasulullah saw masih hidup, Jibril as datang kepada Rasulullah saw mengecek bacaan Rasulullah saw. Oleh sebab itu dianjurkan bagi kita untuk membaca quran sebanyak banyaknya di bulan ramadhan ini.
“Malaikat Jibril menjumpai baginda Nabi saw pada setiap malam di bulan Ramadan, dan mengajarkannya al Qur’an.”

Dan perbanyaklah padanya pada bulan ini empat hal (perkara), yang dua adalah keridhaan Tuhanmu dan yang dua lainnya adalah tiada kemampuan kalian mendapatkannya (Allah yang memiliki). Dua hal yang pertama adalah syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah (لا اله إلا الله), dan yang kedua adalah kalian beristighfar kepadaNya. Dan dua hal yang bukan milik kalian adalah mintalah syurga dan berlindunglah padaNya daripada api neraka.

Selamat berpuasa semoga ALLAH swt menerima amalan amalan kita. amin

29 Maret 2012

Catatan dunia (Dalam Qur'an)



Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali imran 185)


Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun. (Annisa 77)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (An nam 32)

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (Al Araf 168)

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (Al Araf 176)

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (At taubah 38)

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. (At taubah 55)

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Yunus 45)

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka. (Yunus 70)

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. (Yunus 98)

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. 

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan? (hud 15-16)

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Ar Rad 26)

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (Al Hijr 3)

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (An Nahl 30)

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (An Nhal 41)

Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (Al Isra 72)

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Kahfi 45)

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al Khafi 46)

mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)". (Thaha 103)

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja". (Thaha 104)

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (Thaha 131)

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), (Al Mukminun 99)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al Ankabut 64)

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. (Ar Rum 7)'

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah. (Luqman 33)

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Fathir 5)

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Azumar 10)

Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui. (Az zumar26)

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal (AL Mukmin 39)

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. (Fushilat 16)

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat. (Asyura 20)

Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal. (Asyura 36)

Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Az zuhruf 35)

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (Jatsyiah 24)

Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat. (At Jatsyiah 35)

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (AL Ahkaf 35)

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka. (Muhammad 12)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartam (Muhammad 36)

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al hadid 20)

Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui (Al qalam 33)

(dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. (Al Qalam 43)

Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, (Al qiyamah 20)

dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), (Al Qiyamah 28)

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)

(Dikatakan kepada orang-orang Kafir): "Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa". (Al Mursalat 46)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari (An naziat 46)

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. (Al mutafifin 29)

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (Altakatsur 8)

28 Maret 2012

Catatan hukum yg cacat hukum (Hipnotis).


Catatan cupu mulai dibuka kembali setelah sekian lama tertutup. Lembaran pertama masih putih di awal awal tahun 2012 ini. Tinta biru dari pena hadiah temannya mulai bergulir.

Dia menulis judul di atas lembaran putih itu. “Catatan hukum yg cacat hukum (Hipnotis). Apa yang mengilhami cupu nulis judul itu. Ternyata cupu selama ini suka nonton TV, mengikuti proses pengadilan korupsi yg berseri. Koq bisa berseri…??

Iya lah, kan sambung menyambung ngga selesai selesai. Yang pasti TV yg mengaksesnya tidak perlu menampilkan sinetron sinetron bersambung. Dengan mengabarkan dan mengikuti jalannya pengadilan sudah cukup untuk menutupi acara acara hariannya.

Lalu koq ada kata kata hipnotis di judul tulisan cupu ..?? 
Nah ini juga salah satu kesukaan cupu menyaksikan acara di TV yg dibawakan oleh si Uya emang Kuya. Program yg disiarkan hampir tiap hari di TV dan cupu hampir tidak pernah ketinggalan menyaksikannya.

Yang menarik menurut cupu adalah hubungan antara pengadilan yg selama ini banyak sekali ulur tariknya, hingga berangsur angsur tidak putus dan tidak jelas jelas. Terbukti masih banyak org yg tesangkut perkara itu belum diusut, dipanggil atau diadili. Isu yang munculpun bermacam macam. Ada yang mengatakan saksi bohong, terdakwa bohong, lalu siapa sih yang jujur..??

Jadi apa sih hubungannya pengadilan dengan hipnotis?.. Cupu lupa nih judulnya, atau memang tidak ada hubungannya sama sekali, hanya untuk sensasi agar tulisannya nampak lebih menarik..!!!
----

Bicara program Uya emang Kuya itu dimulai dengan menggaet korbannya, atau lebih tepatnya mencari orang yg suka rela yang mau ikut dalam programnya. Biasanya org yang ikut dari kalangan anak muda, dan ada juga org tua bahan keluarga.

Kuya memulainya dengan menghipnotis peserta suka rela itu, dengan membakar tisu atau dengan memperlihatkan gambar yang berpusing dari sebuah monitor dan akhirnya peserta itu tertidur. Mulailah kuya menyentuh tangan pesertanya dan mulai me-sugestinya, dengan kata kata yg disugestikan kepada pesertanya dengan maksud agar pesertanya tdk membuka aibnya ketika mengungkapkan apa yg ingin diungkapkan.

Acara dilanjutkan degan tanya jawab tentang isi hati pesertanya dan kadang diselingi dengan canda canda yg menggelitik. Lucu, sedih dan bahkan ada yg terharu. 
Wah cupu nih udah jadi rekanan TV mungkin ada titipan reklame dalam tulisannya.
Lalu apa hubungannya dengan pengadilan…!!!???? Pertanyaan ini muncul lagi.
Oh ya.. cupu balik lagi menulis.. setelah berfikir sejenak. Ada dong …  Cupu mulai lagi menulis.  
---- 

Seandainya pengadilan itu boleh mengikutkan cara hipnotis dalam pengadilan, bisa jadi orang yang memberikan kesaksian atau terdakwa yang didudukkan di bangku terdakwa akan berkata jujur. Jadi pengadilan tidak akan berlarut larut, seperti sinetron itu.

Tapi masalahnya apakah dapat diterima, melalui jalur dan melalui aturan hukum apa ..!!
-----

Untuk bisa dan tidak bisa, kita pinggirkan sejenak. Lalu mari kita ber-angan angan bahwa hipnotis itu bisa dipakai di pengadilan. 
Lalu muncullah seorang terdakwa atau saksi yang dihadirkan setelah disumpah dengan kitab suci..
Padahal kalau sudah bicara kitab suci, kita sudah bicara tentang Tuhan dan akhirat. Namun sepertinya tidak lagi ampuh, karena banyak yang sudah disumpahpun, masih berbohong. Maknanya mereka tidak lagi menghitung, berapa besar tanggung jawabnya kelak dihadapan Yang Maha Kuasa dengan apa yang dikatakannya.
Jika seseorang berani berbohong atas nama Tuhan, bagaimana dengan berbohong di hadapan manusia, jadi sangat sangat enteng dan mudah dan tidak berarti sama sekali. 
Cupu mulai ceramah di catatannya. 
Cupu melanjutkan tulisannya dengan proses pengadilan dengan bantuan hipnotis tadi.
----

Setelah disumpah terdakwa atau saksi dipersilahkan duduk di kursi di depan hakim. Lalu datanglah penghipnotis. Mulai aksinya dengan mengambil secarik kertas tisu dan mulai membakarnya, dan akhirnya..!!! ”Wah koq ngga tertidur yg dihipnotis… !!! ”Semua menunggu dengan tegang. Lalu diulangi lagi dengan tisu lainnya, setelah dibakar .. hal yang sama juga terjadi, yg dihipnotis tidak tertidur. Pengunjung geleng geleng kepala, yang lain tertegun dan yg sisanya seperti orang mengantuk.

Setelah beberapa kali dicoba dengan tisu tidak mempan, lalu dipakai cara lain dengan menggunakan monitor dengan gambar abstrak yang berputar putar. Penghipnotis mengarahkan terdakwa untuk melhat ke titik tengah gambar yg berputar itu. 
Satu detik, dua detik, satu menit dua menit sampai hitungan hampir 5 menit, yg dihipnotis masih tenang tenang saja, tidak tertidur. 
Akhirnya hakim angkat bicara. ”Baiklah terdakwa, karena anda tidak bisa dihipnotis, maka akan kita gunakan cara konvesional saja minggu depan”. Para hadirin riuh rendah mendengar pengumuman hakim. Kemudian pengadilan itu ditutup, bersamaan dengan itu cupupun menutup catatan hariannya.
---
Kita belum tahu siapa sih yang diadili di pengadilan ciptaan cupu ini. ?.
Setelah mengintip catatan cupu, terbukalah nama nama semua yg ada di pengadilan itu. Ternyata hakimnya David Copperfield, Jaksanya Chris Angles dan Terdakwanya Uya Kuya, penghipnotisnya Dedy Chorbuzer.

Akh..pantas.. ngga kelar-kelar tuh pengadilan. Ternyata masyarakat yang terhipnotis..!!!!
-----

26 Maret 2012

Catatan BBM (Masalah dunia dan akhirat)


Ditayangan TV masih saja berita demo menjadi tontonan sehari hari menjelang penetapan kenaikan BBM yang akan berlaku mulai 1 april 2012. Pemerintah sepertinya tidak putus asa dengan upaya mahasisawa dan buruh serta masyarakat yg juga tidak putus asa hingga tuntutanya akan dipenuhi. Namun sepertinya usaha masyarakat itu harus menelan pil pahit yg bukan saja tidak menyembuhakan bahkan menjadi racun. Bukan didengarkan, bahkan disambut dengan pentungan dan pukulan, serta water canon dari mobil dan bahkan juga dengan gas air mata yang membuat masyarakat semakin menangis karena harapannya diabaikan bahkan dianggap mengancam kedaulatan negara.

Masyarakat sepertinya sudah tidak tahu lagi kemana akan mengadu. Karena suaranya yg dititipkan kepada wakil rakyat sudah tersekat di tenggorokan org org yang haus kekuasaan dan yang lupa akan amanah yg dititipkan padanya.

Jika sudah begini siapa yang akan berpihak kepada masyarakat, sementara semua upaya sudah dilakukan untuk menolak kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Apakah masyarakat yang selalu harus menerima akibat dari kesalahan dan kekurangan pengelolaan negara. Bukankah negara ini dibangun atas nama rakyat?
-----

Masyarakat tidak akan pernah mengerti dan tidak pernah diupayakan untuk mengerti kenapa BBM harus naik dan mereka yang harus menerima akibatnya.

Bicara hati nurani sudah tidak layak diungkapkan lagi atau memang hati nurani sudah pergi. Dan yang tinggal hanya kerakusan dan kecongkakan serta kompetisi untuk mencapai cita cita pribadi dan keinginan memenuhi hawa nafsu.

Tujuan hidup manusia lebih kepada materi tidak terkecuali dari sejak dini sudah ditanamkan kepada anak anak. Mulai dari sekolah dasar bahkan sebelum anak anak mulai pendidikan dasarnya. Anak anak diberi angan angan hidup mewah dengan uang berlimpah akan sangat menentukan kebahagiaan hidup.

Hal ini terbukti dengan risaunya hati orang tua ketika anaknya masuk ke sekolah yang tidak memiliki prestasi dan bahkan tidak populer. Karena kebanyakan dari sekolah sekolah ini menghasilkan anak anak yg pintar (dalam tanda petik), walau orang tua harus mengeluarkan banyak uang. Selanjutnya adalah harapan agar anak anak ini mudah masuk ke sekolah yg lebih tinggi dan akhirnya mencapai sarjana dalam bidang yg menurut orang tua akan menjamin hidupnya.

Bagaimana nasib anak anak org yang kurang mampu dengan memasuki sekolah sekolah biasa dan bahkan sangat biasa, walau disana juga tidak murah, karena walau pemerintah menetapkan sebagai wajib belajar dan tidak perlu biaya, namun tetap org tua murid harus membayar biaya biaya lain dengan atas nama bantuan pembangunan, uang buku dan pungutan pungutan lain yang dianggap wajar. Belum lagi buku buku pelajaran yg setiap kwartal atau semesteran selalu berubah.

Dimana bentuk pengabdian guru yang dulu sangat disanjung dengan penghormatan masyarakat kepada mereka, karena mereka memang benar benar mengajar dengan prinsip pengabdian.

Namun sekarang sepertinya jauh dari itu semua. Dimana banyak guru guru yang mengajarkan ilmu dengan prinsip perinsip dunia demi untuk meningkatan taraf kehidupannya dengan kekayaan material. Maka tidak heran jika ada kiasan ”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.
Namun tidak menutup kemugkinan ada juga guru guru yang masih memegang prinsip pengabdian yg tulus dan ikhlas. Dan mereka ini sepertinya tertutup oleh zaman dan dilupakan.
----

Masih ada waktu untuk memperbaiki hal hal yg dianggap kurang dan sudah terlanjur dilakukan. Masyarakat tidak akan pernah diam karena kezaliman sementara kezaliman itu sendiri muncul karena masyarakat yang lupa dengan sebab munculnya kezaliman itu sendiri di masyakarat.

Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49) 

Selama ini kita hanya melihat masalah pada permukaannya saja. Anak anak yg tidak lagi mendengarkan org tua, gurunya dan bahkan siapa saja. Mereka seperti sudah lepas kendali dan tidak tau arah mana yg akan menjadi tujuan hidupnya. Kehidupan materi lebih dinikmati dari pada kehidupan yang sebenarnya, kehidupan agama.

Jarang orang tua yg risau jika anaknya tidak shalat, tetapi sangat sangat risau ketika anaknya tidak mau ke sekolah atau tidak ikut kegiatan ekstra kurikler. Sementara mengaji dijadikan sebaga ajang kompetisi.

Anak anak hafal dikepala rukun Islam yg lima dan rukun iman yang enam, namun hanya sebatas ingatan dan sebagai persiapan menjawab soalan soalan ujian akhir sekolah.
Sementara sholat 5 waktu sering tertinggal, bahkan ada yang sama sekali ada yg tidak pernah melakukannya, dan orang tua hanya berdiam diri karena menganggap anaknya masih sangat kecil untuk disuruh melaksanakan sholat lima waktu. Bahkan ada orang tua sendiri yang tidak melakukan sholat. Kalau sudah begini, siapa yang akan menjadi contoh anak dan siapa yg mau didengar.?

Kita saat ini sibuk dengan masalah masalah dunia yang memang tidak menutup mata karena memang kita masih hidup di dunia, namun sebenarnya, jika manusia mulai memikirkan masalah tentang akhirat, maka masalah masalah dunia akan secara otomatis dapat ditanggulangi.

Bicara tentang akhirat adalah satu hal yg dianggap kuno, fundamental dan fanatik dan sebagainya, dengan maksud agar masalah akhirat ini dialihkan dan menanam di fikiran kita bahwa ini adalah masalah pribadi.
Padahal dengan membicarakan masalah akhirat manusia diajak untuk kembali kepada tujuan kehidupannya di dunia ini sebagai makhluk yang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah swt.
Allah swt berfirman ”Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku (Adz Dzariyat : 56)”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Kitab Al-Ubudiyah, “Ibadah adalah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah dari perkataan dan perbuatan baik yang bersifat dhahir ataupun yang batin.”

Lalu mengingatkan manusia akan waktu hidupnya di dunia ini sebagai waktu yang bermanfaat baginya kelak di akhirat, jika dimanfaatkan dengan baik. Namun sebaliknya akan menjadi bumerang bagi mereka mereka yang menggunakan waktunya yg singkat di dunia ini dengan perbuatan perbuatan yg buruk.
Allah swt berfirman :  “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran [3]: 145)

Kehidupan manusia yg berubah dari waktu ke waktu adalah satu tanda bahwa akhir zaman mendekati akhir dimana dunia semakin tua dan beban yg ditanggungnya akan segera diluapkan menurut perintah Allah swt dan setelah itu manusia akan membawa amalan amalannya sesuai dengan apa yang telah dilakukannya di dunia ini.
Allah swt berfirman :"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Surat :Zalzalah)
---

Marilah kita mulai dengan diri kita sendiri mengajak diri untuk ber-amal yg makruf dan menjauhi kemungkaran, lalu dilanjutkan kepada keluarga terdekat dan selanjutnya kepada saudara kita yg dekat, dan kemudian ke masyarakat.

InsyaALLAH dengan usaha ini akan ada perubahan yang akan terjadi di masyarakat kita dan di dunia ini dengan penghidupan yang lebih baik dan keberkatan hidup yang ALLAH swt curahkan kepada kita.

Allah berfirman : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad 47:7)

Abu darda ra. salah seorang shahabat yang masyhur berkata : “Tetaplah kamu menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau tidak Allah Swt akan membangkitkan pemimpin (raja) yang zalim yang memerintah kamu. Dia ( zalim) tidak akan menghormati orang tua kamu dan tidak akan menaruh belas kasihan kepada yang muda-muda dikalangan kamu. Pada masa itu, doa orang-orang shalih tidak akan diterima, Kamu inginkan bantuan tapi bantuan tidak akan diberikan, kamu mohon keampunan tetapi Allah swt tetapi kamu tidak akan diampuni”.
----

Qibla.. (tulis alamat anda)